Petualangan Dimulai Dari Sini

Terbaru

Desa Wisata ‘Sawarna’

Sawarna, sebuah keindahan dari sebuah desa dan keramahan para penduduknya. Itulah kalimat yang tepat bagi kami untuk menyebutnya bagi sebuah tempat yang menjadi tujuan perjalanan kami.

Hamparan sawah diantara kepungan bukit dan laut, serta putihnya pasir pantai dan segarnya udara di sana menjadi nilai tersendiri bagi Sawarna dalam menyambut setiap para wisatawan yang datang untuk menikmati indahnya alam yang belum tersentuh industri pariwisata.

Dengan beragam tujuan wisata diantarnya Tanjung Layar, Pantai Ciantir, Goa Lalay serta Karang Taraje dengan jalur yang sedikit sulit diringi dengan tanjakan yang menggoda dan turunan yang berliku untuk sampai ke desa ini menjadi salah satu faktor yang menjaga ‘keperawanan’ alam desa sawarna.

Rute Perjalanan

Untuk mencapai kawasan wisata ini, terutama dari arah jakarta bisa dicapai melalui Sukabumi maupun rangkas bitung. Karena pertimbangan kondisi jalan dan pemandangan di sekitar jalur yang akan ditempuh, maka kami memutuskan untuk melewati jalur sukabumi, yaitu Jakarta – Bogor – jalan raya Sukabumi – Cikidang – Pel. ratu – Sawarna.

3 Desember 2010 pukul 21.00 sebagian peserta sudah berada di Meeting Point Tenda Doel Kunyit untuk menunggu seluruh peserta berkumpul, baru sekitar pukul 22.30 seluruh peserta lengkap berkumpul. Segelas kopi hangat dan beberapa potong pisang cokelat menemani kami untuk mempersiapkan semua perlengkapan. Setelah semua lengkap, dan cek fisik kendaraan selesai, sekitar pukul 23.oo rombongan siap berangkat.

Melalui Pondok Indah menuju lebak bulus kendaraan masih terasa ramai walaupun lancar dan kelenggangan baru terasa setelah kami mulai memasuki daerah parung menuju bogor. ”Malam yang Cerah” mengiringi perjalanan kami untuk menuju parung kuda untuk beristirahat dan menunggu fajar agar kita bisa melewati jalur Cikidang menuju Pel. Ratu.

Kali ini perjalanan kita lalui melewati jalan raya Sukabumi, walaupun termasuk lancar, namun jalur ini memiliki jalan yang berlubang dan bergeombang di beberapa titik. Kita berhenti di SPBU Cidahu untuk menambah bahan bakar beberapa sepeda motor peserta. Lewat dari SPBU ini jalan masih rusak dan harus melewati rombongan truk, dan sekitar pukul 01.30 kita akhirnya sampai di Masjid Nurul Anda Parung Kuda.

Motor kita parkirkan, logistikpun kita bongkar. Bekal yang diberikan “Lyna” sebelum berangkat kita bongkar dan kita santap sambil beristirahat untuk menunggu subuh. Ketika subuh menjelang, setelah menunaikan shalat subuh, kami kembali bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan.

Kabut masih tebal dan udara dingin terasa menembus jaket, perjalanan menuju Pel.Ratu via cikidang begitu nikmat. Disiguhi pemandangan pegunungan yang tertutupi kabut, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak demi menikmati panorama sekitar cikidang sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa potong pisang dan tempe goreng.

Perjalanan kami lanjutkan untuk menuju pelabuhan ratu, jalan yang berkelok dengan tanjakan yang tajam menjadi jalur utama jika ingin melewati pelabuhan ratu. Sesampainya di pelabuhan ratu kami kahirnya berhenti di Indomart untuk membeli keperluan selama di Sawarna. Suasana pagi yang cerah, sambil menghisap beberapa batang rokok dan bersenda gurau akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanan.

Memasuki perbatasan, Bro Age dan Bro Agung tidak terlihat dalam rombongan, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sambil berfoto

Jembatan Gantung Sawarna

sawarna

Perjalanan Ke Ujung Genteng

“Nirwana Pantai Selatan” itulah sebutan yang biasa digunakan untuk nama lain dari ‘Ujung Genteng’.

Berbekal dari rasa penasaran dari teman-teman Petuners dan teman lainnya yang tergabung dalam “Petuners Adventure Community” akan pantai ujung genteng, maka setelah menyepakati tujuan touring perdana PAC, terpilihlah lokasi Ujung Genteng.
Dua bulan masa persiapan dan pencarian info akan lokasi tersebut, tibalah pada hari keberangkatan.

Kamis, 1 april 2010.
Dengan beranggotakan enam orang, yaitu: Age “Ghepenk”, Mawardi “Engok”, Ari “Jedding”, Syarif “Canon”, Q-Woenk dan Ucuy. disepakati untuk berkumpul di Meeting Point(MP), yaitu Tenda Doel Kunyit jam 21.00 WIB untuk persiapan dan bertolak dari MP tersebut pukul 22.00 WIB, tapi apalah daya, karena pada hari yang sama para PAC masih bergelut dengan pekerjaannya masing-masing, maka rencana kumpul meleset dari jadwal semula.

Sekitar pulul 22.30 WIB Para PAC sudah berkumpul lengkap, sambil menikmati kopi suguhan Sis Lyna sang Pemilik Tenda DK, Para PAC memepersiapkan bawaan group, yaitu Nasi uduk dan semur jengkol, tahu, tempe serta sambel kacang yang masih disuguhkan oleh Sis Lyna, maka setelah bawaan masuk ke Box motornya Bro Jedding, bertolaklah para PAC dari MP Doel Kunyit.

Rute keberangkatan berawal dari Kembangan menuju Jalan Panjang (Arteri Pondok Indah) untuk kemudian menuju lebak bulus, kemudian lanjut ke ciputat melewati parung untuk menuju bogor dan mengakhiri perjalanan sementara di Sukabumi untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan pada esok harinya.

Baru saja perjalanan dtempuh sekitar 3 KM dari MP, Bro Canon mengalami masalah dengan ban belakang dalam motornya, itu pun diketahui setelah Bro Engok sebagai sweeper mengejar teman-teman yg hampir sampai di lampu merah wisma relasi jalan panjang jak-bar.

Sambil menunggu perbaikan ban motornya Bro Canon, maka kami memutuskan untuk mengisi bensin di SPBU Kelapa Dua, di sana kami bertemu dengan rombongan touring sepeda motor yang akan melakukan perjalanan ke Lembang, sambil memberi salam brotherhood, maka rombongan tersebut bertolak ke tujuan setelah selesai mengisi bahan bakar.
Cukup lama kami menunggu Bro Canon yang ditemani Bro Engok, sampai akhirnya jam menunjukan pukul 23.20 WIB, barulah Bro Canon dan Bro Engok sampai di TKP dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan pada pukul 23.30 WIB.

Setelah memulai kembali perjalanan dari kelapa dua, kami menuju Lebak Bulus untuk selanjutnya mengarah ke Ciputat dan melalui Parung untuk menuju Bogor dan mengakhiri perjalanan sementara di Sukabumi.
Dalam melalui perjalanan menuju Bogor, setelah melewati pasar Parung, di Salabenda kami bertemu kembali dengan Group Touring yang sebelumnya kami bertemu di SPBU Kelapa Dua, sambil memberi salam, Kami pun melewati Rombongan tersebut.

Sampai di Bogor, Road Captain (RC) memutuskan untuk tidak melewati jalur Ciawi karena info yang kami terima daerah tersebut masih mengalami kepadatan Lalu Lintas. Akhirnya kami memutuskan melewati daerah Batu Tulis Bogor untuk mengambil alternatif Cipaku melalui Cijeruk dan keluar Cimelati kemudian menuju Cicurug Sukabumi untuk memotong rute agar terhindar dari kepadatan lalu lintas, akhirnya sekitar pukul 02.00 WIB kami sampai di Pasar Cicurug Sukabumi dan memutuskan untuk istirahat di warkop setempat.
Setelah menikmati kopi hangat dan bersantai ria, perjalanan di lanjutkan dan tak lebih dari satu jam akhirnya kami sampai di Lokasi, yaitu perumahan Puri Cibereum 2, Selako Sukaraja Sukabumi.
Setelah kami memarkirkan motor, dan beristirahat kami pun mulai membongkar muatan di dalam box yang berisikan perbekalan yang kami bawa dari Jakarta.
Tidak lama setelah selesai menyantap perbekalan yang kami bawa akhirnya kami pun mulai beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Ujung Genteng.

Isitarahat telah kami dapatkan, -walaupun Bro Ucuy hanya tertidur selama satu jam dikarenakan menikmati nyanyian tidur (baca: dengkuran) Bro Engok, yang karena nyanyian tidur Bro Engok pula akhirnya Bro Jedding berpindah lokasi tidurnya- akhirnya pagi yang cerah menyambut persiapan keberangkatan kami ke Ujung Genteng.

Selesai dengan persiapan segala keperluan, kami pun bergerak untuk menuju Ujung Genteng, di mana dalam perjalanannya kami memutuskan untuk menuju Cikaso di mana pada daerah tersebut terdapat wisata ‘Air Terjun’ -Report Air Terjun Cikaso kami sajikan secara terpisah-

Setelah melakukan perjalanan panjang yang melewati bukit dengan jalan yang berliku dan beberapa lubang sepanjang perjalanan kami, akhirnya perjalanan terlewati dengan lancar dan tanpa hambatan apapun -terkecuali istirahat dikarenakan tangan Bro Age yang terkilir-, maka sekitar pukul 14.15 WIB kami tiba di Curug Cikaso.
Di sini kami pun bertemu dengan group touring Jasa Marga yang juga melakukan perjalanan ke Ujung Genteng.

Setelah Puas menikmati indahnya panorama Air Terjun Cikaso, pada pukul 16.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke Tujuan Utama “Ujung Genteng”.
Tak lebih dari satu jam perjalanan, kami pun sampai di Nirwana Pantai Selatan “Ujung Genteng”.
Sesampainya di Lokasi, perjalanan kami disambut suka cita dengan salam tangan yang diulurkan oleh Bro Canon, dan mencuci muka di laut Ujung Genteng yang dilakukan oleh Bro Ucuy.
Akhirnya kami sampai di Dedy Losmen dan bersitirahat untuk selanjutnya menikmati indahnya sore di Ujung Genteng dilanjutkan dengan kunjungan ke Penangkaran Penyu pada malam harinya.

Inilah laporan singkat yang dapat kami berikan untuk siapa saja yang akan menikmati Indahnya Alam Ujung Genteng.

Salam ‘Petuners Adventure Community’

curug cikaso

curug cikaso

 

Petuners Adventure Community Goes to Banten Selatan

Perjalanan Kali ini masih menuju Pesisir Barat Laut Selatan, yaitu Pelabuhan Ratu, Bayah dan Bagedur. Ini merupakan perjalanan lanjutan dari perjalanan sebelumnya, yaitu Ujung Genteng, dengan peserta berjumlah delapan orang, yaitu Bro Kiwung, Bro Engok, Bro Ghepenk, Bro Agung, Bro Canon, Bro Edhe, Bro Jerry dan Bro Jedding. Semua merupakan anggota “Petuners Adventure Community”.

Untuk rute pergi yang ditempuh kali ini adalah Jakarta – Serpong – Parung – Bogor – Cimelati – Parung Kuda – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Bayah – Bagedur.
Setelah seluruh peserta kumpul dan melakukan doa bersama, maka pada hari sabtu 17/06 2010 sekitar jam 00.07 W.I.B kita memulai perjalanan menuju Serpong untuk menjemput Bro Jerry di rumahnya, Dan sekitar jam 01.10 W.I.B kita sampai di sana.
Bersitirahat sambil menikmati suguhan kopi hangat serta beberapa camilan sambil menunggu jam 03.00 W.I.B untuk melanjutkan perjalanan, beberapa peserta meluruskan badan dan memejamkan mata sejenak.

Tepat pada jam 03.00 W.I.B dengan semangat petualangan, maka kami melanjutkan perjalanan. Dengan RC Bro Jedding dan sweeper Bro Engok, perjalanan dilanjutkan dengan melewati parung untuk menuju Bogor. Tidak lama melewati daerah Kemang, rombongan berhadapan dengan razia polsek Kemang, karena kelengkapan berkendara yang selalu dijaga maka kami melewati razia tersebut tanpa halangan. Setelah sampai di Bogor Bro Kiwung mengusulkan agar melewati Cimelati -ini dengan tujuan agar tidak terlalu banyak berhadapan dengan lampu-lampu kendaraan dari arah yang berlawanan- selain untuk menjaga Group Riding, hal ini untuk menolong Bro Jerry yang sedikit lemah jika harus berpapasan dengan lampu kendaraan dari arah yang berlawanan. Sampai sini RC diambil alih oleh Bro kiwung, setelah melewati Cimelati dan sampai di Parung Kuda, setelah mengisi bahan bakar, kami memutuskan untuk berhenti di Masjid dengan tujuan menjalankan Ibadah Shalat Subuh dan menanti terbitnya matahari agar sedikit lebih terang untuk bisa menikmati pemandangan Cikidang di pagi hari.

Setelah menunaikan Shalat Subuh dan Bro Edhe yang mensetting ulang karbu Bro Kiwung, makan perjalanan diteruskan dengan melewati Cikidang untuk menuju Pelabuhan Ratu. Tak lama berselang, kami telah berada di jalur Cikidang, dengan disuguhkan pemandangan eksotis berupa hamparan perbukitan kebun teh, kami menurunkan sedikit laju kendaraan agar dapat menikmati alam sekitar Cikidang dan akhirnya berhenti untuk mengabadikan perjalanan sambil bersitirahat di warung kopi.
Setelah merasa cukup, perjalanan dilanjutkan kembali. Dalam perjalanan kali ini, kami melalui beberapa penyempitan jalan di jalur Cikidang karena adanya perbaikan jalan. Setelah melewati persimpangan Arus Liar, perjalanan sedikit agak sulit karena turunan yang tajam disertai beberapa kerikil yang berhamburan dijalan -entah karena longsor atau adanya perbaikan jalan.
“Cikidang Memang Tiada Duanya” inilah ungkapan yang wajib disebutkan untuk jalur tersebut. Selain jalanan yang berkelok, dengan turunan tajam yang sedikit berkerikil, jalur ini menyebabkan Bro Ghepeng sempat mengalami dua kali slip ban dan Bro Jerry yang tertinggal jauh dari rombongan, akhirnya sweeper memutuskan untuk menunggu Bro Jerry dan memberi isyarat kepada RC untuk memberhentikan rombongan. Setelah rombongan lengkap kembali perjalanan dilanjutkan dan sampai di pelabuhan ratu sekitar pukul 07.50 W.I.B.
Hamparan Laut Selatan Pelabuhan Ratu begitu menggoda, rasa lelah dan tegang setelah melewati jalur Cikidang terbayar lunas di sini.

Sudah cukup menikmati suasan pagi hari di Pelabuhan Ratu, kamipun mulai bergerak kembali untuk menuju Bayah. Perjalanan kali ini benar-benar serasa berpetualang, dari jalanan bertanjakan terjal dan turunan yang tajam serta berkelok dengan indahnya panorama sekitar sehingga membuat rombongan kami agak terpisah jauh.
Tak lama setelah lepas dari Pelabuhan Ratu, rombongan terdepan yang tediri dari Bro Kiwung, Bro Jedding dan Bro Engok akhirnya memutuskan untuk berhenti karena merasa teman-teman yang lain tertinggal di belakang. Benar dugaan kami, walaupun tak lama berselang tiba pula Bro Ghepeng dan Bro Agung juga Bro Edhe di tempat kami memutuskan berhenti tapi Bro Jerry dan Bro Canon tak terlihat. Sambil beristirahat, akhirnya Bro Jerry dan Bro Canon tiba juga. Dengan rasa penasaran akhirnya kami bertanya tentang hal yang membuat mereka terpisah jauh di belakang dari rombongan, ternyata hambatan dialami oleh Bro Jerry yang di satu titik jalur yang turunannya begitu tajam dan berkelok kesulitan untuk menahan laju kendaraanya sehingga keluar jalan dan hampir mampir di jurang. Tapi inilah kekuatan doa yang selalu dijaga untuk dipanjatkan oleh teman-teman sebelum berangkat, sehingga hambatan terebut dapat dilalui dan Bro Jerry selamat dari terperosok ke jurang.

Perjalanan dilanjutkan kembali dengan jalanan yang masih berkelok-kelok akhirnya sekitar jam 10.15 W.I.B kita sampai dikecamatan Bayah. Sambil menikmati hamparan laut Bayah kami beristirahta sambil sesekali bergurau.
Cukup dengan isitirahat sambil menikmati kebesaran Allah S.W.T berupa pemandangan lepas laut selatan kami melanjutkan perjalanan menuju Bagedur. Dari Bayah menuju Bagedur kami melewati jalan yang lurus menelusuri pantai walaupun sesekali kita menarik gas penuh untuk mengetahui ‘Top Speed’ motor kami.
Sampai dipertigaan Bagedur dan malingping, rombongan berbelok ek kiri menuju Bagedur, tapi kali ini kita memutuskan untuk menuju Muara Binangeun terlebih dahulu agar dapat menikmati pemandangan muara dimana kapal-kapal nelayan penduduk sekitar bersandar.

Kembali ke arah Bagedur -walaupun perjalanan ditemani hujan yang cukup deras- kami tetap melanjutkan perjalanan agar dapat segera bersitirahat dan bersantai di lokasi tujuan akhir kami. Tak lebih dari 10 Menit perjalanan dari Muara Binangeun menuju Bagedur, akhirnya kami sampai ditujuan. Setelah melewati pos distribusi, kami pun langsung memarkirkan motor-motor kami di warung yang letaknya persisi di pinggir pantai Bagedur. Hujan pun makin deras mengguyur, ketika sedang asyiknya menikmati Bakso panas dan mie rebus, kami dikagetkan oleh jatuhnya motor Bro Kiwung yang sedang diparkir, ini disebabkan karena amblasnya pasir pantai yang terus menerus diguyur hujan.

Setalah bermalam di Pondok Bagedur, sekitar pukul 10.00 W.I.B romongan meninggalkan lokasi untuk kembali ke Jakarta.
Dalam perjalanan kali ini tidak banyak yang menjadi perhatian kami dalam berkendara -walaupun ini benar-benar jalur adventur- karena kami sibuk mencari jalan yang sebelumnya belum dari satupun anggota rombongan yang melewatinya.
Akhirnya rombongan -walaupun secara terpisah- akhirnya sampai di Tenda Doel Kunyit sekitar jam 20.00 W.I.B


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.